Contoh Makalah,laporan,jurnal Mikrobiologi TUBERKOLOSIS TERNAK SAPI OLEH MYCOBACTERIUM BOVIS

Posted by ahmad mauludinsohih On Tuesday, June 25, 2013 0 comments

 
Contoh Makalah,laporan,jurnal Mikrobiologi TUBERKOLOSIS TERNAK SAPI OLEH MYCOBACTERIUM BOVIS

TUBERKOLOSIS TERNAK SAPI

OLEH MYCOBACTERIUM BOVIS


ARTIKEL

Oleh :
Ahmad Mauludin Sohih
NIM : 121810401024

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MIPA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2013
ABSTRAK

Actinomycetes adalah bakteri yang tidak tahan asam dan bersifat fakultatif. Actinomycetes memilki perbedaan dengan bakteri dan terlihat sama dengan fungi yang eukariotik namun Actinomycetes adalah bakteri yang prokariotik. Perbedaan lain dengan bakteri yaitu Actinomycetes tidak membentuk koloni yang sama dengan bakteri, dimana bakteri jelas membentuk koloni yang berlendir dengan perkembangbiakan yang cepat sedangkan pada Actinomycetes hanya seperti berbubuk yang melekat pada permukaan agar.Actinomycetes salah satu golongannya adalah mycobacterium bovis yang termasuk bakteri patogen dan memiliki kemiripan dengan mycobacterium tuberculosis yang menyerang langsung pada manusia, namun pada mycobacterium bovis menyebabkan penyakit TBC pada hewan ternak mamalia yaitu banyak ditemukan pada sapi ternak, bakteri ini dapat pula menterang manusia melalui perantara susu pada sapi yang terjangkit oleh bakteri mycobacterium bovis. Mycobacterium bovis dihasilkan bentukknya yang batang bulat, memiliki perbedaan Mycobacterium tuberculosis yaitu pada bakteri ini bentuknya bulat lonjong namun agak panjang. Sehingga didapatkan bahwa Mycobacterium bovis jelas memiliki perbedaan dengan Mycobacterium tuberculosis dan Actinomycetes juga jelas memiliki perbedaan dengan bakteri.

 Kata kunci : Actinomycetes, Mycobacterium bovis

 ABSTRACT 

Actinomycetes are bacteria that are not resistant to acid and voluntary. Actinomycetes have the difference with the bacteria and fungi that looks similar to eukaryotic but Actinomycetes are prokaryotic bacteria. Another difference with the Actinomycetes bacteria do not form colonies similar to bacteria, where bacteria obviously slimy colonies with the rapid proliferation while in Actinomycetes just like powdered agar.Actinomycetes attached to the surface of one faction is mycobacterium bovis including pathogens and have similarities with mycobacterium tuberculosis that attacks directly on humans, but on mycobacterium bovis causes tuberculosis in cattle mammals that are found in cattle, the bacteria can also menterang humans through the medium of milk in cattle infected by the bacteria mycobacterium bovis. Mycobacterium bovis produced bentukknya a round rod, has the distinction of Mycobacterium tuberculosis is the bacterium is oblong rounded shape, but a little long. So we get that Mycobacterium bovis obviously have differences with Mycobacterium tuberculosis and Actinomycetes also clearly have differences with bacteria

 Keywords: Actinomycetes, Mycobacterium bovis

BAB I PENDAHULUAN 

Actinomycetes adalah bakteri yang tidak tahan asam, memiliki filament diawal pertumbuhannya. Actinomycetes dapat bersifat anaerob fakulatif (mampu tumbuh baik jika terdapat O2 bebas atau tidak ada O2) dapat mampu memfermentasikan karbohidrat. Actinomycetes kelihatan dari luar seperti jamur dan dalam banyak buku dibicarakan bersama dengan fungi eukariot. Akan tetapi, organisme ini adalah bakteri benar sesuai dengan semua kriteria untuk sel prokariot. Dinding selnya mengandung asam muramat, tidak mempunyai mitrokondrion, mengandung ribosom 70S (sel eukariot mempunyai ribosom 80S dalam sitoplasmanya), tidak mempunyai pembungkus nukleus, garis tengah selnya berkisar dari 0,5 samapi 2,0 ┬Ám, dan dapat dimatikan atau dihambat oleh banyak antibiotika bakteri. Dari banyak macam marga yang kini diklasifikasi dalam bangsa Actinomycetales, hanya sedikit yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Actinomycetes tumbuh seperti filamen-filamen yang tipis seperti kapang dari pada sel tunggal sehingga Actinomycetes dianggap sebagai fungi atau cendawan. Meskipun ada persamaan dalam hal pola pertumbuhannya, fungi itu eukariota sedangkan Actinomycetes adalah prokariota. Pada lempeng agar Actinomycetes dapat dibedakan dengan mudah dari bakteri yang sebenarnya tidak seperti koloni bakteri yang jelas berlendir dan tumbuh dengan cepat. Koloni Actinomycetes muncul perlahan, menunjukkan konsistensi berbubuk dan melekat erat pada permukaan agar. Salah satu Actinomycetes adalah Mycobacterium bovis yang memilki peranan sebagai bakteri patogen yang menyerang pada sapi ternak, Mycobacterium bovis ini memiliki keunikan yaitu mirip dengan Mycobacterium tuberculosis, maka dalam artikel ini akan dibahas tentang Actinomycetes dan peranannya serta perbedaannya dengan Mycobacterium tuberculosis. 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

 Mikrobiologi merupakan ilmu pengetahuan perikehidupan makluk – makluk kecil yang hanya kelihatan dengan mikroskop (bahasa Yunani : mikros = kecil, bios = hidup,logos = kata atau ilmu ). Makluk – makluk kecil itu disebut mikroorganisme,mikroba,protista atau jasad renik (Dwidjoseputro,2003) Antonie Van Leeuwenhoek ( 1632 – 1723 ) ialah orang yang pertama kali mengetahui adanya dunia mikroorganisme tersebut.dengan mikroskop ciptaannya dia dapat melihat makluk – makluk kecil yang sebelumnya tidak diduga keberadaannya. Mikroskop Leeuwenhoek itu dapat mencapai pembesaran 300 kali. Dari air hujan yang menggenang di kubangan – kubangan dan dari air jambangan bunga ia peroleh beraneka hewan bersel satu yang olehnya diberi nama infosoria atau “hewan tuangan”(Dwidjoseputro:2003) Mikrobiologi mencakup pengetahuan tentang virus (virology), pengetahuan tentang bakteri ( bakteriologi),pengetahuan tentang hewan bersel satu (protozoology), pengetahuan tentang jamur ( mikologi ), terutama yang meliputi jamur – jamur rendah seperti Phycomycetes,dan juga Ascomycetes,serta Deuteromycetes ( Waluyo. 2005 ). Bakteri adalah salah satu dari makluk kecil yang termasuk mikroorganisme. Asal usul bakteri adalah pertama kali Aristoteles berpendapat, bahwa makluk – makluk kecil itu terjadinya begitu saja dari benda yang mati. Pendapat ini dianut pula oleh Needham, seorang pendeta bangsa irlandia yang selama 1745 sampai 1750 mengadakan eksperimen – eksperimen dengan berbagai rebusan padi – padian, daging dan lain sebagainya. Meskipun air tersebut disimpannya rapat – rapat dalam botol tertutup, namun timbullah mikroorganisme,sehingga Aristoteles menyimpulkan kehidupan baru dapat timbul dari barang mati.pendapat ini kemudian dikenal dengan teori abiogenesis (a= tidak, bios =hidup,genesis = kejadian ) atau teori generatio spontanea ( makluk – makluk bari itu terjadi begitu saja) ( Waluyo. 2005 ). Spalanzani (1729 – 1799) dalam tahun 1768 membantah pendapoat Aristoteles dan Needham dengan mengatakan, bahwa perebusan dan kemudian penutupan botol – botol berisi rebusan tersebut kurang rapat dan saat sterilisasi belum steril betul. Spalanzani kemudian melakukan penelitian, dengan merebus sepotong daging sampai berjam – berjam lamanya, kemudian air daging itu ditutup rapat – rapat, sehingga tidak ditemukan satu mikroorganismepun. Namun teori yang dikemukakan Oleh Spalanzani masih kurang kuat, dikarenakan banyak pakar yang membantah yaitu botol ditutup rapat – rapat sehingga tidak dimungkibkan bahwa adanya oksigen yang dapat masuk sehingga tidak dimungkinkan suatu mikroorganisme dapat hidup(Dwidjoseputro,2003) Scultze (1836) memperbaiki eksperimen Spalanzani dengan memodifikasinya bahwa kaldu dilakukan perlakuan yang sama dengan cara merebusnya sampai berjam – jam dengan suhu yang tinggi, namun pada tutup botol tidak ditutup dengan diberi saluran panjang yang ujungnya teresebut diberikan suatu zat kimia yang tingkat keasamannya atau tingkat basanya tinggi dan sehingga tidak ditemukan mikroorganisme dalam botol tersebut, dan Schwann (1837) membuat percobaan serupa namun dengan membuat ujung botol yang panjang dan ujung botolnya diberikan suhu yang tinggi,hasilnya tidak ditemukan mikroorganisme dalam botol yang berisi air rebusan kaldu tersebut.Namun penelitian ini masih dianggap kurang kuat dikarenakan dimungkinkan bahwa udara yang lewat asam atau basa ataupun lewat pipa panas ini telah mengalami peruubahan sedemikian rupa,sehingga tidak memungkinkan timbulnya kehidupan makluk – makluk baru( Waluyo,2005 ). H.sacroeder dan Th. Von Dusch (1854) menemukan suatu akal untuk menyaring udara yang menuju kedalam botol berisi kaldu dengan cara udara itu dilewatkan suatu pipa berisi kapas steril. Dengan cara ini ia tidak mendapatkan mikroorganisme yang terdapat pada botol yang berisi rebusan daging. Kemudian diperkuat lagi dengan percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur (1865),dimana ia menggunakan suatu botol yang ujung botolnya berbentuk leher angsa serta kaldunya diberikan perlakuan yang sama. Maka percobaan ini tidah ditemukan mikroorganisme dalam kaldu botol tersebut, sehingga muncullah kesimpulan pendapat ini dengan ucapan Omne vivum ex ovo,omne ovum ex vivo, yang berarti “semua kehidupan berasal dari telur, dan semua telur berasal dari sesuatu yang hidup”. (Waluyo,2005). Actinomycetes termasuk dalam divisi Schyzophyta. Tumbuh sebagai filamen sel yang bercabang panjang atau pendek. Organisme ini membelah dengan pembelahan biner, dan mungkin menghasilkan spora eksternal atau tidak. Begitu jauh, mayoritas organisme ini adalah saprofit tanah dan air (organisme yang hidup dari benda organik yang membusuk dan sangat penting karena perannya dalam daur alam, seperti pembusukan bahan organik dan penambatan nitrogen). Bangsa Actinomycetes terdiri dari tiga suku yaitu suku Mycobacteriaceae, suku Actinomycetaceae, dan suku Streptomycetaceae. Actinomycetes mempunyai fungsi: Mendekomposisi bahan organik Menghasilkan antibiotik yang dapat menghambat bahkan mematikan mikroba lainnya, khususnya yang patogen Mengikat struktur tanah liat sehingga dapat memperbaiki sifat fisik tanah Dapat menghilangkan bau, dengan zat-zat metabolik yang dikeluarkannya. Actinomycetes, yang strukturnya merupakan bentuk antara dari jamur dan bakteri, menghasilkan zat-zat anti mikroba dan asam amino yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik dan bahan organik. Actinomycetes dapat hidup bersama dengan bakteri fotosintetik ( Waluyo,2005 ). Suku mycobakteriaceae, sel-sel tidak membentuk miselium atau hanya miselium yang rudimentar, contohnya adalah : Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit tubrkulosis Mycobacterium leprae, penyebab penyakit kusta. Suku Actinomycetaceae, membentuk miselium, spora terbentuk dalam fragmen-fragmen miselium. Contoh : Actinomyces bovis, patogen penyebab penyakit mulut pada ternak. Suku Streptomycetaceae, membentuk miselium, miselium vegetative tidak terbagi-bagi. Contoh : Streptomyces aureofaciens, menghasilkan aureomisin Streptomyces griseus, menghasilkan streptomision Streptomyces fradiae, menghasilkan neomisin dan fradisin Streptomyces rimosus, menghasilkan teramisin Streptomyces venezuelae, menghasilkan kloromisetin 

  BAB III PEMBAHASAN

Sebuah genus bakteri dari ordo Actinomycetales, asporogen non motil bersifat aerobik hingga mikroaerofilik, berpuasa asam paling tidak setahap di hidupnya.Sel mycobacterium berbentuk batang lurus atau melengkung, sekitar 0.2 – 0.8 x 1 – 10 mikron, namun dapat berbentuk bulat, bercabang atau benang rapuh; beberapa strain berselubung. Sel individual dapat diwarnai secara seragam atau dapat menunjukkan pita atau manik. Dinding selnya mengandung asam mycolic. Beberapa strain membentuk pigmen karotenoid.Spesies Mycobacterium ditemukan di tanah sebagai saprotrof yang hidup bebas, di air, pada tanaman, dan sebagai parasit dan patogen manusia dan hewan lain, termasuk ikan. Metabolismenya adalah pernapasan, dan khususnya kemoorganotrofik – walaupun ada strain kemolitotrofik dari M. marinum dan M. smegmatis. Secara nutrisi, mycobacteria umumnya tidak berpuasa; sumber karbon dan nitrogen antara lain gula, hidrokarbon dan asam amino. Dalam sejumlah spesies gliserol dan asparagine dipilih sebagai sumber karbon dan nitrogen. Pertumbuhan dapat dirangsang oleh serum atau telur dengan peningkatan tekanan parsial karbondioksida . Actinomycetales ini sulit dibedakan dari M. tuberculosis, bahkan untuk pertama kalinya Robrt Kock mengira kedua Actinomycetales ini sama. Baru pada tahun 1900 Theobald smith berhasil membedakan kedua Actinomycetales ini dengan uji biokimia. Mycobacterium bovis adalah penyebab Tuberkolosis pada ternak sapi. Actinomycetales ini sangat virulen bagi manusia dan mamalia lain. Air susu dan produk lain dari sapi yang berpenyakit Tuberkolosis merupakan bahan yang dapat menularkan penyakit. Mycobacterium bovis berbentuk lebih pendek dan lebih gemuk dibandingkan M. tuberculosis. Actinomycetales ini tumbuh lebih lambat daripada M.tuberculosis. Suhu optimal pertumbuhannya adalah 350. Koloninya mempunya permukaan datar berwarna putih agak basah dan mudah pecah bila disentuh seperti halnya M.tuberculosis , Actinomycetales ini membutuhkan karbondioksida 5 – 10 % untuk merangsang pertumbuhannya. Dengan keasaman optimal untuk pertumbuhan adalah 6,5 – 6,8. Pada uji biokimia ternyata M.bovis tidak mereduksi nitrat, uji niasinnya negative dan resisten terhadap pirazinamid.Mikobacterium bovis pada kelinci digunakan untuk membedakan kedua jenis Actinomycetales ini. 
BAB III PENUTUP 
Kesimpulan
Actinomycetales merupakan asporogen yang tidak dapat bergerak, mycobacterium memilki bentuk batang lurus atau melengkung dengan ukuran 0,2 – 0,8 x 1 – 10 mikron, berbentuk bulat, bercabang atau benang rapuh. Pada Actinomycetales memiliki dinding sel yang mengandung asam mycolic. Actinomycetales ini ada yang menyebabkan penyakit TBC pada sapi ternak, yaitu Mickrobacterium bovis yang mirip dengan Microbacterium Tuberculosis penyebab penyakit TBC pada manusia.  

DAFTAR PUSTAKA

Dwidjosepotro.2003.Dasar – Dasar Mikrobiologi.Jakarta:Djambatan
Volk, W.A dan M.F. Wheeler. 1988. Mikrobiologi Dasar  Jilid 1. Erlangga: Jakarta, hal.
            149-  151.
http://rofiatullaily.blogspot.com/p/klasifikasi-dan-morfologi.html/terakhir diakses 19
            Februari  2013
Waluyo. 2005. Mikrobiologi Umum. Malang: UMM

0 comments:

Post a Comment